Translate

Minggu, 08 Juli 2012

Terjadinya Bencana Alam

 (contoh gambar terjadinya bencana alam)

 Terjadinya Bencana Alam

Manusia hidupnya bergantung pada alam. Manusia tidak bisa lepas dari alam. Alam memberikan apa yang dibutuhkan manusia.
Kondisi lingkungan alam dapat berubah. Lingkungan alam dapat mengalami kerusakan. Penyebabnya ada dua faktor.

Pertama karena faktor alam.

Faktor ini disebabkan perubahan alam secara alamiah. Misalnya terjadinya bencana alam. Akibat bencana alam, maka permukaan bumi mengalami perubahan. Begitu pula dengan kondisi lingkungan alamnya.
Contohnya antara lain adanya gunung meletus, gempa bumi, angin ribut, tsunami, dan kekeringan. Masing-masing perubahan tersebut memiliki dampak tersendiri.

Faktor kedua adalah faktor manusia. 

Faktor ini disebabkan oleh ulah manusia. Manusia selalu mengeksploitasi alam. Eksploitasi tersebut tidak mempertimbangkan lingkungan sekitar. Manusia hanya mementingkan dirinya sendiri.
Akhirnya lingkungan alam menjadi rusak. Jika lingkungan rusak, maka timbulah bencana. Beberapa bencana yang terjadi misalnya banjir, longsor, dan kebakaran hutan.
Bencana tersebut akibat ulah manusia itu sendiri. Akibatnya, manusia banyak mengalami kerugian. Kehidupan manusia pun
menjadi terganggu.

Untuk itulah perlu diadakan pemelihara lingkungan. Tujuannya untuk mengurangi menjaga kelestarian alam. Selain itu, untuk menghambat tingkat kerusakan alam.

Ada beberapa cara untuk memelihara lingkungan alam. 

Cara - cara tersebut sebagai berikut.

Melakukan Reboisasi

Manusia banyak mengambil kayu dari hutan. Akibatnya hutan menjadi gundul. Tanahnya menjadi kritis. Untuk menghijaukan kembali hutan perlu dilakukan reboisasi.

Reboisasi adalah penanaman lahan hutan yang gundul. Pohon yang ditanam adalah jenis kayu-kayuan. Jika hutan gundul, maka akan timbul bencana. Bencana tersebut antara lain:

hilangnya sumber air

tanah menjadi gersang dan labil
timbulnya banjir dan longsor
suhu udara menjadi lebih panas
punahnya hewan dan tumbuhan

Kerusakan hutan di Indonesia sudah parah. Kerusakan hutan tersebut telah menimbulkan bencana. Tercatat dibeberapa daerah banyak mengalami longsor. Selain itu, terjadi pula banjir bandang.


Sekarang ini reboisasi menjadi hal penting. Reboisasi menjadi tanggung jawab bersama. Kita tidak bisa menunggu lama lagi. Mulailah reboisasi sekitar lingkungan sekitar.


Lahan yang dijadikan area reboisasi antara lain lahan kritis. Terutama di sekitar gunung, bukit, hutan, tepian sungai, dan lembah. Reboisasi bisa pula dilakukan di sekitar pantai. Misalnya menanami kembali hutan bakau yang rusak. Hutan bakau ini berguna untuk menahan abrasi laut.

Abrasi laut adalah pengikisan pantai oleh gelombang laut. Abrasi sangat berbahaya. Daratan bisa habis tersapu oleh abrasi laut. Oleh karena itu, abrasi harus dicegah.

Membuat Terasiring

Lereng gunung atau bukit bisa sangat berbahaya. Apalagi lereng tersebut gundul. Oleh karena itu, perlu dibuatkan sengkedan. Sengkedan tersebut disebut pula terasiring.

Terasiring dimaksudkan untuk melandaikan permukaan lereng. Dengan demikian, tanah longsor dapat kita hindarkan. Lereng curam kemudian dibuat berundak-undak. Setelah jadi, barulah ditanami dengan pohon. Terutama pohon yang mampu menahan hujan.


Perhatikan contoh terasiring berikut ini.

Melestarikan Sumber air

Air sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Air merupakan sumber kehidupan. Tanpa air makhluk hidup tidak bisa hidup. Manusia pun sangat membutuhkan air.

Walaupun begitu sumber air di darat jumlahnya terbatas. Sumber air antara lain mata air, sungai, dan danau. Saat kemarau datang, sumber air banyak yang kering.

Untuk itulah perlu ada upaya untuk menjaganya. Upaya tersebut ada dua cara. Pertama untuk bagian hulu. Upayanya terkait masalah reboisasi. Hutan gundul harus ditanami kembali. Daerah perbukitan jangan dijadikan kawasan pemukiman.

Kedua untuk bagian hilir. Bagian hilir ini meliputi aliran sungai, danau, dan laut. Di daerah-daerah tersebut tidak boleh membuat kerusakan. Contohnya tidak membuang sampah ke sungai, danau atau laut. Baik berupa sampah biasa, maupun limbah beracun.

Air pun dapat dibersihkan. Misalnya dengan pengolahan kembali air kotor. Contoh pengolahan air kotor dilakukan PDAM. PDAM mengolah air kotor menjadi bersih. Dengan demikian air

tersebut dapat digunakan.

Sungai di sekitar kita harus bersih. Lakukan kerja bakti membersihkan sungai. Angkat sampah dari sungai. Dengan demikian aliran airnya menjadi lancar.

Begitu pula dengan danau. Bersihkan danau dari sampah. Angkat sampah dan kotoran lainnya. Buang sampah tersebut pada tempat penampungan. Pada akhirnya danau pun menjadi bersih.

Sama halnya dengan daerah pantai. Daerah pantai pun harus bersih dari sampah. Terutama sisa-sisa pembungkus makanan. Misalnya botol dan kantong plastik.

Pembuangan limbah ke laut pun sebaiknya dihindarkan. Sebab akan menimbulkan pencemaran laut. Akibatnya kehidupan makhluk hidup terancam. Laut yang bersih sangat bermanfaat bagi manusia. Contohnya manusia mendapatkan garam dari air laut. Jika air laut kotor, maka garam pun tercermar. 



sumber: Edi HernawanEndang Hendayani ( Ilmu Pengetahuan Sosial 3 : Untuk SD dan MI Kelas 3 )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Bagaimana pendapatmu?

Ada kesalahan di dalam gadget ini